arti panggilan koko dan cici
Adamommy gw .. papa .. Koko .. Little brother sama Cici Ipar .. Kita itu asal na dari Jakarta .. Warga Chinese tapi Hitachi *Hitam Tapi Chinese* hahaha.. No problem about any bullshiter people tell anything about us , i am pround of my family .. love them and always stay in hot with my family :*
kandungandakwah itu supaya tidak terkontaminasi dengan hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam yang termuat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Menurut Armawati Arbi (2003:169) “Dakwah lewat budaya harus dilihat bagaimana komunikasi terhadap budaya itu sendiri dilihat dari berbagai level,
1 Keluarga Inti (核心家庭 hé xīn jiā tíng) Anggota keluarga inti adalah keluarga yang termasuk orang tua dan saudara-saudara kandung. Berikut adalah panggilan untuk masing-masingnya. 2. Keluarga Ayah (父族 fù zú). Dalam bahasa Mandarin, masing-masing anggota keluarga ayah juga memiliki panggilan khusus yang bisa kamu lihat dalam
Cici11-12 sama panggilan ‘Koko’, panggilan ini bisa dipakai buat manggil perempuan yang keliatan beretnis Tionghoa, bisa juga buat manggil orang yang namanya mengandung unsur ‘Ci.’ Misalnya, Cintami, Citra, atau ‘Cinta Engga Sama Gue?’ *fix
Saatini, panitia tengah mempersiapkan ajang tersebut, dan telah memasuki tahap pendaftaran calon peserta.
Guns N Roses November Rain Single. [quads id=1] Original thread by MrOngDedy Ga semua tionghoa cocok dipanggil “koko” atau “cici”. Kalo mau manggil dengan lebih tepat dan bikin surprise mereka because you know better ways to call them, let me teach you 6 panggilan lainnya… ? Kalo umurnya jauh dibawah lo dan emang keliatan masih anak-anak sampe batas remaja, panggil “titi” dan “meimei”. Kalo udah dewasa sampe usia blom om-om dan tante-tante, cocok dipanggil “koko” dan “cici”. Naaah, kalo udah keliatan level om-om atau tante-tante, tapi blom sampe cocok dipanggil opa/oma, pake lah panggilan “acek” dan “ayi”. Terakhir, kalo udah usia kakek dan nenek, silakan pakai panggilan “akong” dan “ama”. Dengan nambah kosa kata di atas, trus dipake di situasi yang tepat, pasti bikin surprise kaget senang gitu. Jarang dipake non chinese soalnya. Paling awkward sebenarnya saat gue jalan bareng emak. Gue dipanggil “Koko”. Mak gue dipanggil “Cici”. Padahal harusnya dipanggil “Ayi”. Lebih tepat aja. Yaaa, mak gue senang-senang aja sih. ? Yang seru jalan bareng istri. Dia seringnya dipanggil “mbak”. Mata belo soalnya. Gak sipit. ? Pelajaran bahasa tionghoa lain ? Disebut “Bakpao” kalo isinya daging ya. Kalo selain daging, jangan disebut bakpao juga. Cukup “pao” aja. Why? Karna kata “bak” di “bakpao” itu artinya daging. Sekian pelajaran dialek Hokkien. ? Kalo minat belajar cara manggil keluarga dalam bahasa Mandarin, silakan nonton Tags “cici”, “koko”, atau, cocok, dan, dipanggil, pengetahuan, semua, tidak, tionghoa, tips, trik, uncategorized Read more articles
Edisi Imlek 2565 mari kita belajar budaya Tionghoa dikit ya. Siapa tahu ada yang butuh karena harus ketemu keluar pacar atao keluarga calon suami/istri ato Imlek pertama di tahun ini. Sini cici bantu. Karena Aling orang hokkien dari pihak papa dan mama maka gw akan membahas dari sudut pandang orang hokkien. Jika ada yang kurang tepat atau mau ditambahkan silahkan. Ini juga hasil ingat dari ajaran alm mama gw dari kecil. Jadi ingat dulu suka dimarahin kalo ga manggil om tante dengan benar. Ada banyak panggilan dalam keluarga Tionghoa sesuai dengan pangkat/derajat dalam keluarga, sama halnya seperti dalam keluarga batak. Kebanyakan orang hanya tau cici-koko-acek dan ai, tentu saja yang paling populer adalah koko dan cici karena ada kontes/lomba yaitu Koko dan Cici yang sering diadakan di Glodok. Lebih dari itu ada yang namanya apek, aum, acek, acim, akho, atio, ai,akhu,akhim, akong, ama, nainai, kungkung, yeye, popo, sow-sow/aso, ci-hu, ipo, khopo, tiokong, aco, kongco,kukong,kimpo,pekkong,aumpo,cekkong,cimpo,ceum,cing khe, kiasai, su-na. Banyak ya…..baiklah mari kita lu sering ke mangga dua ato glodok pasti lu akrab dengan istilah Cici-koko, ga usah dijelaskan lebih lanjut, semua udah pada tau cici itu kakak perempuan dan koko itu kakak laki-laki. Apakah harus bertalian saudara baru panggil koko ato cici? Tentu tidak, koko-cici itu sudah menjadi panggilan umum untuk semua wanita/pria tionghoa sama halnya dengan teteh ato a’ak. Kalo pernah dengar istilah cece, itu sama saja dengan cici, cece itu bahasa hokkiennya masih digunakan di daerah sumatra seperti riau,medan,padang sumatra timur dimana cece untuk yang punya hubungan darah dan cici untuk yang tidak punya hubungan darah. Di keluarga gw dan di daerah gw sendiri masih menggunakan cece dan cici. Kalo koko ya tetap koko tidak berubah. Jika lu adalah menantu laki-laki dalam sebuah keluarga maka akan dipanggil Ci-Hu kakak ipar laki-laki oleh adik perempuan dan adik laki-lakinya. Sebagai balasan si Ci-hu akan memanggil si adik ipar perempuan dengan ii tante dan adik laki-laki dengan sebutan akhu paman, sama seperti anak-anaknya akan memanggil adik-adik istrinya. Bagaimana dengan cici kakaknya perempuannya si istri dan koko kakak laki-lakinya si istri, mereka manggil apa dan dipanggil apa sama si adik ipar? Si adik ipar akan manggil cici istrinya dengan sebutan iidan suaminya si cici istrinya dipanggil atio om,mengikuti anak-anaknya. Si ii dan atio nya ini akan manggil si ipar laki-laki ini dengan panggilan atio om, anak-anak si ii dan atio inipun akan panggil atio ke si si kokonya istri panggil si adik ipar ini dengan nama langsung karena tingkatannya lebih tinggi dan dia laki-laki. Bagi orang tionghoa kakak laki-laki itu yang mendapat penghormatan lebih dan karena itu dia dipanggil akhu paman oleh si adik ipar dan anak-anaknya. Istrinya si akhu paman dipanggilakhim bibi baik oleh si adik ipar maupun anak-anaknya dan sebagai balasannya si akim panggil si adik ipar itu atio om. Perlu diketahui bahwa sebagai menantu baik menantu perempuan dan laki-laki maka dia akan ikut manggil para iparnya sama seperti anaknya manggil yaitu tante/bibi dan om/paman. Ini didasari karena mereka adalah menantu yaitu orang luar yang masuk ke dalam keluarga. Kalo misalnya si wanita ini anak tengah dan punya 3 kakak perempuan di atasnya dan 2 kakak laki-laki lalu punya 2 adik perempuan dan 2 adik laki-laki, si suami+anak-anak gimana manggilnya? manggilnya akan sama polanya seperti di atas hanya saja untuk menandakan urutan ketuaan halah… ketuaan istilah macam apa ini, ya yg penting lu ngertikan maksud gw apa tinggal tambahkan angka dalam bahasa mandarin sebelum nama panggilan. Contoh donk ling….Iye..iye… Kakak ipar perempuan paling tua Thua I tante paling tua, thua itu dari tha mandarin yang artinya besar entah bagaimana menjadi Thua, bahkan di keluarga gw disingkat menjadi ThuaI Thua TioKakak ipar perempuan no 2 Ji I. Tante no 2, Ji 2, I dari ii tante Suami JiI JiTio om no 2 Kakak ipar laki-laki paling tua Thua Khu Om paling tua. Thua; besar, khu paman Istrinya Thua Khu Thua Khim bibi paling tua. Thua besar, kim dari akim bibi Kakak ipar laki-laki no 2 Ji Khu paman no 2 Istri Ji Khu Ji Kim Selanjutnya pake aja angka mandarin sebelum panggilan. Ingat it jadi thua, ji-sa-shu-go-lak-cit-pek-kao gw ga tau penulisannya yang benar gw hanya tulis berdasarkan pelafalan gw saja SaI-saTio, shiI-shi Thio, GoI-GoThio, sa Khu-sa Kim, shi Khu-shi kim, go Khu-go kim. Kalo terasa janggal kebanyakan orang pada akhirnya panggil akhu,akhim,ai,atio bahkan ngarang nama panggilan baru yang ga ada tionghoanya sama sekali di keluarga gw aja sih. Pusing ya….ini baru bagian dari pihak garis istri/ibu lho, garis suami/ayah belum. Belum lagi garis nenek dan kakek. Masih kuat?? Semangat donk….. Jika lu adalah menantu perempuan, adik ipar lu baik laki-laki maupun perempuan harus panggil so-so ato aso terhadap elu bukan cici. Ingat, cici itu untuk kakak perempuan bukan kakak ipar. Ingatkan di film mandarin, bahkan mafia pun akan panggil so-so/kakak ipar ke wanita kakak seperguruannya. Sebagai balasannya si aso akan panggil adik ipar perempuan dengan Akho tante adik papa dan adik ipar laki-laki dengan acek om adik papa, mengikuti anak-anaknya yang akan panggil akho dan cek. Suami si akho akan dipanggil atio om oleh si aso+anak-anaknya. Dan si atio+anak-anaknya akan panggil si aso itu dengan sebutan Akhim tante istri paman–liat pembahasan di atas. Istri si acek akan dipanggil acim oleh si Aso+anak-anaknya dan si acim+anak-anaknya akan manggil si Menantu perempuan yang lebih tua dengan sebutan A’um berlaku untuk semua ipar perempuan. Kedua ipar ini tidak boleh saling sebut nama ato cici tapi harus pangkat masing-masing. Suaminya si So-so ini dipanggil koko tentunya sama adik-adiknya dan dipanggil akhu oleh anak-anak/suami adik perempuannya ato dipanggil apek oleh anak-anak/istri adik laki-lakinya. Besan juga mendapatkan panggilan sendiri, ga bisa manggil besan atau mertua saudara kita dengan pak bu ato om tante tapi mertuanya koko/adik/kakak panggilnya ce’u muntuk mertua perempuan dan cing khe untuk mertua laki-laki. Si mertua akan menggunakan istilah su-na untuk menantu perempuan dan kia-say untuk menantu laki-laki. Menambahkan kerunyaman, penggunaan panggilan ini tidak hanya berlaku bagi elu-anak lu dan suami/istri lu serta keluarga kedua belah pihak tapi juga terhadap mencakup keluarga ipar koko/cici/adik lu you merried the whole family alsocontohnya koko gw menikah. Terhadap keluarga istrinya dia akan ikut aturan yang sudah gw jabarkan di atas, itu sudah pasti. Gw beserta keluarga besar gw termasuk para sepupu akan ikut aturan panggilan terhadap keluarga besar aso gw sama seperti koko gw+anak-anaknya. Demikian juga sebaliknya. Jadi kakak ipar perempuannya aso nya si aso kakak ipar gw akan dipanggil akim oleh gw dan keluarga besar gw sama seperti koko gw dan anak-anaknya. Heheheheheheh ribet ya…..apalagi kaya di daerah gw yang sodaranya itu itu lagi muter-muter, jauh lebih ribet. Acek Omnya sepupu jauh lu bisa jadi ci hu lu ato ii tante yang sepupu nyokap lu jadi aum lu. Huaaaaaa…tapi it happen lho ke cici sepupu gw. Di dalam masyarakat jaman kini gw sering menemukan penggunaan panggilan ai, acek,apek dan encim/acim terhadap orang yang tidak berhubungan darah dengan kita. Bagaimana penggunaannya? Ama-ama berasal dari kata Ama yaitu nenek baik dari pihak ayah/ibu. Digunakan untuk wanita yang seumuran atau lebih tua dari ama lu, identik dengan wanita tua/rentah. Encim berasal dari kata acim. Tapi digunakan untuk menunjukkan wanita paruh baya yang mungkin umurnya di bawah oma ama/popo/nainai tapi di atas nyokap/ai, agak rancu ya dari penggunaan aslinya. Setiap kali kalo dengar kata encim gw selalu ingat makanan peranakan di daerah tangerang yang terkenal dengan encim sukaria kalo gw ga salah. Encim identik dengan wanita peranakan berusia paruh baya tapi gesit dengan terompah di kakinya. Ai/ii biasa disingkat i itu untuk tante-tante batasan umurnya kira-kira 5-10thn di atas/dibawah nyokap lu. Entah kenapa ya tiap dengar kata ai di benak gw langsung muncul kata KEPO hahahahaha Akong-akong berasal dari kata akong kakek baik dari pihak ayah/ibu. Digunakan untuk pria yang seumuran atau lebih tua dari akong lu. Seperti ama-ama, akong-akong juga identik dengan pria tua. Apek pada dasarnya digunakan untuk pria yang lebih tua dari papa dan lebih muda dari akong. Di sumut ada istilah apek-apek yang merujuk pada pria cina totok. Dalam benak gw sampe sekarang apek-apek itu pria cina paruh baya yang kemana-mana pake kaos singlet swan brand+ celana piyama garis-garis+kipas sate dan radio bahasa mandarin… Hiahauahauahaua absurd nih gw. Acek atau encek dalam masyarakat digunakan untuk pria yang seumuran/lebih tua/lebih muda 5-10tahun dari papa. Di dalam benak gw acek-acek itu ya pria tionghoa dengan kaos kutang+celana pendek dan sendal+kalkulator/sempoa. Huahauahauahu aling jahat….. Kadang acek-acek itu suka gw gunakan untuk menggambarkan koko-koko yang udah tuir 40an tapi suka sama gadis-gadis muda 20an hahahahhahahaa…tolong yang ini jangan ditiru ya. Jadi urutannya adalah ;Akong-akong, apek-apek, encim-encim,ai-ai,cici-cici. Uhmmm apalagi ya?? Saudaranya ama/akong gimana? Ingat saja aturan garis keturunan, ayah atau ibu lalu tambah kong untuk pria ato po untuk perempuan. Contoh adik perempuan akong = akho nya ayah–> dipanggil akho oleh ortu = khopo–> akhotante pihak ayah+popo nenekSuaminya tiokong–>atio om+akong kakek Adek laki-laki akong = aceknya ortu =cek kong–> acek om adik ayah+ akongIstrinya cimpo—> acim bibi+popo Saudara perempuan ama = ii nya ortu = ipo–> ii tante dari pihak ibu+popo Suaminya tiokong –>atio om+akong kakek saudara laki-laki ama = akhu nya ortu= khukong–> akhu paman saudara ibu+akong kakek Istrinya kimpo–> akimistri paman+popo nenek Ajegile panjang ya ternyata, ya begitu deh namanya juga budaya. Agak sedih sih kalo budaya ini hilang ditelan kemodrenan jaman dimana seorang ii diganti dengan sebutan auntie ato akhu/acek/apek diganti dengan uncle. Bahkan di keluarga gw pun sudah terjadi pergeseran, kami dipanggil auntie dan uncle oleh keponakan, kakak ipar dipanggil cece atau koko. Alasannya ahk jadul, ahk kerenan auntie dan uncle. segitu aja dulu semoga ga pusing, kalo pusing ya berhenti dulu trus baca lagi ya 😛 Sekian dan terima angpao 😀 Note Ii= ayi Akhu=kiukiu/akhiu Acek=encek=suk suk/asuk beda dialek Acim=encim/incim Akhim=khim-khim=khiume Okelah, demikian dulu pelajaran budaya hari ini, semoga bisa digunakan saat ketemu keluarga besar. Nb foto ini foto kawinan adek sepupu gw. Nikahan itu macam acara reuni keluarga, dan di saat seperti ini cara panggil digunakan.
Original thread by MrOngDedy Ga semua tionghoa sejadi dipanggil “koko” atau “cici”. Kalo kepingin manggil dengan lebih tepat dan bikin surprise mereka because you know better ways to call them, let me teach you 6 panggilan lainnya… ? Kalo umurnya jauh dibawah lo dan emang keliatan masih momongan-anak asuh sampe batas remaja, panggil “titi” dan “meimei”. Kalo udah dewasa sampe nyawa blom om-mamanda dan tante-tante, cocok dipanggil “koko” dan “cici”. Naaah, kalo udah keliatan level mamak-paman atau tante-tante, tapi blom sampe setuju dipanggil opa/oma, pake lah panggilan “acek” dan “ayi”. Bungsu, kalo udah usia kakek dan nenek, silakan pakai panggilan “akong” dan “ama”. Dengan nambah kosa introduksi di atas, trus dipake di peristiwa nan tepat, karuan untuk surprise kaget senang gitu. Pelik dipake non chinese soalnya. Paling awkward selayaknya detik gue kronologi bareng emak. Gue dipanggil “Koko”. Mak gue dipanggil “Cici”. Padahal harusnya dipanggil “Ayi”. Kian tepat aja. Yaaa, mak gue senang-doyan aja sih. ? Nan seru jalan menyerentakkan istri. Engkau seringnya dipanggil “mbak”. Netra belo soalnya. Gak sipit. ? Pelajaran bahasa tionghoa lain ? Disebut “Bakpao” kalo isinya daging ya. Kalo selain daging, jangan disebut bakpao juga. Cukup “pao” aja. Why? Karna kata “umpama” di “bakpao” itu artinya daging. Sekian pelajaran dialek Hokkien. ? Kalo minat belajar cara manggil tanggungan dalam bahasa Mandarin, silakan nonton Tags “cici”, “koko”, atau, cocok, dan, dipanggil, pengetahuan, semua, tidak, tionghoa, tips, anak kunci, uncategorized Read more articles
Connection timed out Error code 522 2023-06-13 150758 UTC What happened? The initial connection between Cloudflare's network and the origin web server timed out. As a result, the web page can not be displayed. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not completing requests. An Error 522 means that the request was able to connect to your web server, but that the request didn't finish. The most likely cause is that something on your server is hogging resources. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d6b3e4dfa50fa1c • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Edisi Imlek 2565 mari kita belajar budaya Tionghoa cak sedikit ya. Bisa jadi tahu ada yang butuh karena harus cak bertemu keluar pacar atao keluarga calon suami/istri ato Imlek pertama di tahun ini. Sini cici sokong. Karena Aling basyar hokkien dari pihak papa dan mama maka gw akan membincangkan bermula sudut pandang individu hokkien. Sekiranya ada yang kurang tepat atau mau ditambahkan silahkan. Ini sekali lagi hasil bangun dari visiun alm mama gw mulai sejak kecil. Jadi bangun dulu senang dimarahin kalo ga manggil om tante dengan benar. Ada banyak panggilan intern keluarga Tionghoa sesuai dengan pangkat/derajat dalam keluarga, sama halnya sebagaimana dalam keluarga batak. Biasanya basyar hanya tau cici-koko-acek dan ai, tentu saja yang paling naik daun adalah koko dan cici karena suka-suka kontes/adu adalah Koko dan Cici nan gegares diadakan di Glodok. Bertambah semenjak itu suka-suka yang namanya apek, aum, acek, acim, akho, atio, ai,akhu,akhim, akong, ama, nainai, belok, yeye, popo, sow-sow/aso, ci-hu, ipo, khopo, tiokong, aco, kongco,kukong,kimpo,pekkong,aumpo,cekkong,cimpo,ceum,cing khe, kiasai, su-na. Banyak ya…..baiklah mari kita lu sering ke mempelam dua ato glodok pasti lu dempet dengan istilah Cici-koko, ga usah dijelaskan makin lanjut, semua udah pada tau cici itu kakak perempuan dan koko itu mbuk lelaki. Apakah harus bertalian saudara baru panggil koko ato cici? Pasti tidak, koko-cici itu telah menjadi panggilan umum lakukan semua wanita/pria tionghoa sama halnya dengan teteh ato a’ak. Kalo pernah tangkap suara istilah cece, itu sama sahaja dengan cici, piut itu bahasa hokkiennya masih digunakan di provinsi sumatra seperti mana riau,wadah,padang sumatra timur dimana cece cak bagi nan punya hubungan darah dan cici untuk yang bukan punya hubungan pembawaan. Di batih gw dan di daerah gw sendiri masih menggunakan cece dan cici. Kalo koko ya konsisten koko enggak berubah. Jika lu adalah menantu lanang dalam sebuah keluarga maka akan dipanggil Ci-Hu kakak ipar suami-suami oleh adik nona dan adik laki-lakinya. Sebagai balasan si Ci-hu akan memanggil si adik ipar perempuan dengan ii tante dan adik laki-laki dengan sebutan akhu paman, setinggi sebagaimana anak-anaknya akan menamai adik-adik istrinya. Bagaimana dengan cici kakaknya perempuannya si cem-ceman dan koko kakak junjungan-lakinya si istri, mereka manggil apa dan dipanggil apa sama si adik ipar? Si adik ipar akan manggil cici istrinya dengan sebutan iidan suaminya si cici istrinya dipanggil atio om,mengikuti anak-anaknya. Si ii dan atio nya ini akan manggil sang ipar laki-laki ini dengan panggilan atio om, anak asuh-anak asuh si ii dan atio inipun akan panggil atio ke sang si kokonya istri panggil sang adik ipar ini dengan segel serampak karena tingkatannya lebih tinggi dan dia junjungan-laki. Bagi sosok tionghoa mbuk adam itu nan bernasib baik penghargaan lebih dan karena itu dia dipanggil akhu paman makanya si adik pembayan dan anak-anaknya. Istrinya si akhu paman dipanggilakhim bibi baik oleh si adik ipar maupun anak-anaknya dan bak balasannya si akim panggil si adik ipar itu atio om. Perlu diketahui bahwa sebagai menantu baik menantu perempuan dan junjungan-laki maka dia akan timbrung manggil para iparnya selevel seperti anaknya manggil yaitu tante/bibi dan om/mamak. Ini didasari karena mereka adalah menantu yaitu orang luar yang masuk ke dalam keluarga. Kalo misalnya si wanita ini anak asuh perdua dan punya 3 teteh perempuan di atasnya dan 2 embok laki-laki lampau n kepunyaan 2 adik perempuan dan 2 adik laki-laki, si junjungan+momongan-anak gimana manggilnya? manggilnya akan setolok polanya seperti di atas saja saja bakal merepresentasi urutan ketuaan halah… ketuaan istilah macam segala apa ini, ya yg penting lu ngertikan maksud gw apa tinggal tambahkan nilai privat bahasa mandarin sebelum nama panggilan. Acuan donk ling….Iye..iye… Kakak pembayan upik minimal wreda Thua I tante minimal tua, thua itu berasal tha mandarin yang artinya besar entah bagaimana menjadi Thua, apalagi di keluarga gw disingkat menjadi ThuaI Thua TioKakak ipar perempuan no 2 Ji I. Tante no 2, Ji 2, I pecah ii tante Suami JiI JiTio om no 2 Teteh biras laki-laki paling tua Thua Khu Om minimal tua. Thua; besar, khu mamanda Istrinya Thua Khu Thua Khim bibi paling tua. Thua raksasa, kim terbit akim bibi Kakak ipar lelaki no 2 Ji Khu paman no 2 Istri Ji Khu Ji Kim Lebih jauh pake aja nilai mandarin sebelum panggilan. Ingat it jadi thua, ji-sa-shu-go-lak-cit-pek-kao gw ga tau penulisannya yang benar gw belaka tulis berdasarkan pengujaran gw belaka SaI-saTio, shiI-shi Thio, GoI-GoThio, sa Khu-sa Kim, shi Khu-shi kim, go Khu-go kim. Kalo terasa janggal kebanyakan orang sreg karenanya panggil akhu,akhim,ai,atio malar-malar ngarang nama panggilan hijau yang ga suka-suka tionghoanya sama sekali di anak bini gw aja sih. Pusing ya….ini plonco bagian dari pihak garis istri/ibu lho, garis suami/ayah belum. Belum lagi garis nenek dan kakek. Masih kuat?? Spirit donk….. Seandainya lu adalah menantu cewek, adik ipar lu baik junjungan-laki maupun perempuan harus panggil so-so ato aso terhadap elu bukan cici. Ingat, cici itu untuk embok perempuan lain kakak ipar. Ingatkan di film mandarin, bahkan mafia pun akan panggil so-so/empok ipar ke wanita mbok seperguruannya. Sebagai risikonya sang aso akan panggil adik ipar kuntum dengan Akho tante adik papa dan adik pembayan laki-laki dengan acek om adik papa, mengikuti anak-anaknya yang akan panggil akho dan cek. Suami si akho akan dipanggil atio om oleh si aso+anak-anaknya. Dan si atio+momongan-anaknya akan panggil si aso itu dengan sebutan Akhim tante istri paman–liat pembahasan di atas. Istri si acek akan dipanggil acim oleh si Aso+anak-anaknya dan sang acim+anak-anaknya akan manggil si Menantu amoi yang lebih lanjut umur dengan sebutan A’um berlaku untuk semua biras perempuan. Kedua ipar ini tidak boleh ubah tutur nama ato cici tapi harus pangkat masing-masing. Suaminya si So-so ini dipanggil koko tentunya ekuivalen adik-adiknya dan dipanggil akhu maka itu anak-anak/suami adik perempuannya ato dipanggil apek oleh anak-anak/ayutayutan adik suami-lakinya. Besan kembali mendapatkan panggilan sendiri, ga bisa manggil besan alias mertua plasenta kita dengan sampul bu ato om tante tapi mertuanya koko/adik/embok panggilnya ce’u muntuk mertua upik dan cing khe bakal mertua adam. Si mertua akan memperalat istilah su-na bakal menantu perempuan dan kia-say lakukan menantu laki-laki. Menambahkan kerunyaman, pendayagunaan panggilan ini tidak sekadar bertindak bikin elu-momongan lu dan laki/istri gelap lu serta batih kedua belah pihak tapi juga terhadap mencakup anak bini ipar koko/cici/adik lu you merried the whole family alsocontohnya koko gw menikah. Terhadap keluarga istrinya dia akan masuk aturan yang mutakadim gw jabarkan di atas, itu sudah pasti. Gw beserta anak bini ki akbar gw termasuk para sepupu akan ikut aturan panggilan terhadap batih lautan aso gw sekufu sebagai halnya koko gw+anak asuh-anaknya. Demikian juga sebaliknya. Makara kakak ipar perempuannya aso nya si aso kakak ipar gw akan dipanggil akim makanya gw dan keluarga besar gw sama sebagaimana koko gw dan anak-anaknya. Heheheheheheh ribet ya…..apalagi kaya di distrik gw nan sodaranya itu itu pun muter-muter, jauh kian ribet. Acek Omnya sepupu jauh lu kali ci hu lu ato ii tante yang sepupu nyokap lu kaprikornus aum lu. Huaaaaaa…tapi it happen lho ke cici sepupu gw. Di intern awam jaman sekarang gw sering menemukan eksploitasi panggilan ai, acek,apek dan encim/acim terhadap orang yang enggak berhubungan darah dengan kita. Bagaimana penggunaannya? Ama-ama berasal bermula kata Ama yaitu nini baik dari pihak ayah/ibu. Digunakan bikin wanita nan seumuran ataupun lebih tua bermula ama lu, identik dengan wanita renta/rentah. Encim berasal dari alas kata acim. Tapi digunakan bakal menunjukkan wanita perdua baya yang kelihatannya umurnya di bawah oma ama/popo/nainai tapi di atas nyokap/ai, agak rancu ya berasal eksploitasi aslinya. Saban-saban kalo tangkap suara kata encim gw pelalah ingat makanan peranakan di kewedanan tangerang yang terkenal dengan encim sukaria kalo gw ga salah. Encim identik dengan wanita peranakan berusia paruh baya tapi variola dengan terompah di kakinya. Ai/ii biasa disingkat i itu untuk tante-tante batasan umurnya kira-kira 5-10thn di atas/dibawah nyokap lu. Entah kenapa ya tiap dengar alas kata ai di lemak tulang gw sekalian muncul kata KEPO hahahahaha Akong-akong pecah dari kata akong kakek baik pecah pihak ayah/ibu. Digunakan cak bagi laki-laki nan seumuran atau bertambah tua bermula akong lu. Seperti ama-ama, akong-akong juga identik dengan pria gaek. Apek puas dasarnya digunakan untuk pria yang makin tua dari kedang dan kian mulai dewasa dari akong. Di sumut suka-suka istilah apek-apek yang merujuk puas lelaki cina totok. Kerumahtanggaan benak gw sampe sekarang apek-apek itu maskulin cina paruh baya nan kemana-mana pake kaos singlet swan brand+ lancingan piyama garis-garis+kipas sate dan radio bahasa mandarin… Hiahauahauahaua membawa gelak nih gw. Acek atau encek dalam masyarakat digunakan lakukan pria yang seumuran/makin tua/kian muda 5-10tahun dari boke. Di privat benak gw acek-acek itu ya pria tionghoa dengan kaos kutang+celana pendek dan sendal+kalkulator/sempoa. Huahauahauahu aling jahat….. Kadang acek-acek itu demen gw gunakan cak bagi mencitrakan koko-koko yang udah tuir 40an tapi senang sekufu kuntum-gadis muda 20an hahahahhahahaa…sokong yang ini jangan ditiru ya. Bintang sartan urutannya adalah ;Akong-akong, apek-apek, encim-encim,ai-ai,cici-cici. Uhmmm lebih lagi ya?? Saudaranya ama/akong gimana? Pulang ingatan saja sifat garis anak cucu, ayah ataupun ibu habis tambah kong lakukan pria ato po bikin perempuan. Arketipe adik perempuan akong = akho nya ayah–> dipanggil akho makanya ortu = khopo–> akhotante pihak ayah+popo nenekSuaminya tiokong–>atio pakcik+akong kakek Adek lanang akong = aceknya ortu =cek kong–> acek om adik ayah+ akongIstrinya cimpo—> acim bibi+popo Saudara perempuan ama = ii nya ortu = ipo–> ii tante dari pihak ibu+popo Suaminya tiokong –>atio om+akong kakek saudara lelaki ama = akhu nya ortu= khukong–> akhu pakcik saudara ibu+akong kakek Istrinya kimpo–> akimistri mamak+popo nenek Ajegile panjang ya ternyata, ya begitu deh namanya lagi budaya. Agak trenyuh sih kalo budaya ini hilang ditelan kemodrenan jaman dimana seorang ii diganti dengan sebutan auntie ato akhu/acek/apek diganti dengan uncle. Apalagi di tanggungan gw sekali lagi sudah lalu terjadi pergeseran, kami dipanggil auntie dan uncle maka dari itu keponakan, uni ipar dipanggil anak dari cicit alias koko. Alasannya ahk jadul, ahk kerenan auntie dan uncle. segitu aja dulu semoga ga galau, kalo hilang akal ya nongkrong adv amat trus baca lagi ya 😛 Sekian dan terima angpao 😀 Note Ii= ayi Akhu=kiukiu/akhiu Acek=encek=suk suk/asuk beda dialek Acim=encim/incim Akhim=khim-khim=khiume Okelah, demikian dulu pelajaran budaya musim ini, semoga bisa digunakan saat cak bertemu anak bini besar. Nb foto ini foto kawinan adek sepupu gw. Nikahan itu jenis acara reuni keluarga, dan di detik seperti ini cara panggil digunakan.
arti panggilan koko dan cici