atom cl dalam zat berikut yang mengalami reduksi adalah
Padareaksi redoks, terdapat unsur-unsur yang bertindak sebagai reduktor dan oksidator. Zat yang mengalami oksidasi itu disebut reduktor, sedangkan zat yang mengalami reduksi disebut oksidator. Coba perhatikan contoh berikut ini! Reaksi: Mg (s) + 2HCl ----> MgCl2 (aq) + H2 (g) Karena Mg merupakan unsur bebas, jadi biloks Mg = 0.
Persamaanreaksi pembentukan oksida besi dapat ditulis sebagai berikut : 4Fe (s) + 3O2(g) → 2Fe2O3(s) Pada reaksi tersebut, besi mengalami oksidasi dengan cara mengikat oksigen menjadi besi oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi dinamakan reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan oksigen.
zatyang menarik oksigen pada reaksi reduksi. Zat yang mengalami reaksi oksidasi. Oksidasi adalah reaksi pengikatan Tentukan bilangan oksidasi atom unsur yang dicetak tebal pada senyawa ion berikut ini. NaH 2 PO 4 (F-, Cl-, Br-), maka reaksinya adalah 2 X(halida) → X (halida) 2 + 2 e;
jawabanyang tepat yaitu E. Pembahasan Reduksi terjadi apabila terjadi penurunan bilangan oksidasi, berubah menjadi NO 2 dan N 2 , maka mengalami reaksi disproporsionasi dimana terjadi kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi sekaligus pada satu spesi yang sama.
PengertianReaksi Autoredoks (Disproporsionasi), Contoh Soal dan Pembahasan. Dalam reaksi oksidasi reduksi modern, keberadaan bilangan oksidasi yang dimiliki suatu zat sangat penting. Bilangan oksidasi adalah muatan listrik yang seakan-akan dimiliki oleh unsur dalam suatu senyawa atau ion. Namun, dalam artikel ini tidak akan membahas terlalu
Guns N Roses November Rain Single. Dalam artikel ini terdapat 9 contoh soal pilihan ganda materi konsep reaksi reduksi dan oksidasi beserta Soal 1Salah satu ciri-ciri dari reaksi oksidasi adalah…….A. Adanya unsur yang mengalami penurunan bilangan oksidasiB. Terjadinya peristiwa penangkap oksigen oleh suatu zatC. Adanya zat yang mengikat hidrogenD. Adanya sejumlah elektron yang ditangkapE. Adanya zat yang melepaskan oksigenPembahasan Reaksi reduksi dan oksidasi dapat dibedakan melalui empat aspek yaituKonsep pelepasan dan pengikatan oksigenOksidasi reaksi yang melibatkan pengikatan oksigen pada suatu zatReduksi reaksi yang melibatkan pelepasan oksigen oleh suatu zatKonsep pelepasan dan penerimaan elektronOksidasi reaksi yang melibatkan pelepasan elektron dari suatu zatReduksi reaksi yang melibatkan penerimaan elektron oleh suatu zat Konsep kenaikan dan penurunan bilangan oksidasiOksidasi reaksi yang melibatkan kenaikan bilangan oksidasi suatu unsurReduksi reaksi yang melibatkan penurunan bilangan oksidasi suatu unsurKonsep pelepasan dan pengikatan hidrogenOksidasi reaksi yang melibatkan pelepasan hidrogen dari suatu zatReduksi reaksi yang melibatkan pengikatan hidrogen oleh suatu zatNah berdasarkan aspek aspek di atas maka pilihan jawaban yang menunjukkan ciri-ciri dari reaksi oksidasi adalah yang jawaban yang lain menunjukkan ciri-ciri dari reaksi Soal 2Ketika pita magnesium dipanaskan maka dihasilkan warna nyala putih yang dapat menyilaukan mata. Hal tersebut disebabkan karena magnesium bereaksi dengan oksigen di udara menurut persamaan reaksi2Mgs + O2g ⇒ 2MgOsBerdasarkan persamaan reaksi tersebut maka pernyataan dibawah ini yang tidak tepat adalah……….A. Reaksi di atas tergolong reaksi oksidasiB. Magnesium mengalami oksidasi karena menangkap oksigenC. Bilangan oksidasi magnesium mengalami peningkatanD. Bilangan oksidasi magnesium dalam MgO adalah + 2E. Magnesium mengalami reduksi karena menangkap oksigenPembahasanPernyataan A benar Reaksi tersebut tergolong ke dalam reaksi oksidasi. Hal tersebut dapat dibuktikan denganAdanya zat yaitu Mg yang menangkap oksigenBilangan oksidasi Mg naik dari 0 menjadi + 2Pernyataan B benarSudah dijelaskan sebelumnya bahwa magnesium yang menangkap oksigen mengalami reaksi C benar lihat penjelasan pernyataan A.Pernyataan D benarMgO tersusun oleh unsur Mg dan O. Kita mengetahui jumlah bilangan oksidasi dalam molekul netral = 0 dan bilangan oksidasi oksigen pada senyawa ini adalah - Mg + O = Mg + -2 = Mg = +2Pernyataan E salahPernyataan ini saling bertolak belakang dengan alasannya. Reaksi reduksi tidak mengalami peristiwa penangkapan oksigen melainkan mengalami peristiwa pelepasan oksigen. Sementara pada reaksi diatas dapat kita lihat bahwa magnesium meningkat oksigen membentuk magnesium EContoh Soal 3Reaksi dibawah ini yang tidak termasuk reaksi reduksi adalah…….A. H2g + F2g ⇒ 2HFgB. 2Fe2O3s + 3C ⇒ 4Fes + 3CO2gC. CaCO3s ⇒ CaOs + CO2gD. Zn²+aq+2e ⇒ ZnaqE. 2N2O5g ⇒ 2N2g + 5O2gPembahasan Reaksi A = reaksi reduksiAlasan terjadi pengikatan hidrogen oleh F2Reaksi B = reaksi reduksiAlasan karena terjadi pelepasan oksigen oleh Fe2O3Reaksi C = bukan reaksi reduksi dan oksidasiAlasan karena tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi pada setiap unsur dari persamaan reaksinya. Reaksi D = reaksi reduksiAlasan terjadi penangkapan elektron oleh Zn²+ dan penurunan bilangan oksidasi Zn dari +2 menjadi E = reaksi reduksi Alasan terjadi pelepasan oksigen oleh N2O5Jawaban CContoh Soal 4Perhatikan perubahan-perubahan spesi pada beberapa reaksi dibawah Cl2 menjadi Cl-2. KClO3 menjadi KCl3. HBr menjadi Br24. C menjadi CO2Diantara perubahan di atas yang menunjukkan peristiwa reduksi adalah nomor……..A. 1 dan 2B. 1 dan 3C. 2 dan 3D. 2 dan 4E. 3 dan 4Pembahasan Untuk mengetahui perubahan manakah yang mengalami reaksi reduksi maka cara paling mudah adalah dengan melihat perubahan bilangan menjadi Cl-Bilangan oksidasi Cl berubah dari 0 menjadi -1 = penurunan bilangan oksidasi = reduksi KClO3 menjadi Cl dalam KClO3= + Cl dalam KCl= -1Cl mengalami penurunan bilangan oksidasi = reduksi HBr menjadi Br2Bilangan oksidasi Br berubah dari -1 menjadi 0 = bilangan oksidasi naik = oksidasiC menjadi CO2 Bilangan oksidasi C berubah dari 0 menjadi + 4 = mengalami kenaikan bilangan oksidasi = oksidasi Contoh Soal 5Pada reaksi di bawah ini atom N mengalami……….dengan perubahan bilangan oksidasi yaitu……….4NH3g + 5O2g ⇒ 4NOg + 6H2OA. Oksidasi, dari +3 menjadi -2B. Oksidasi, dari -3 menjadi +2C. Oksidasi, dari 0 menjadi -2D. Reduksi, dari +2 menjadi -3E Reduksi, dari 0 menjadi -2Pembahasan Bilangan oksidasi N dalam NH3BO N + 3 x BO H = 0BO N + 3 x +1 = 0BO N = -3Bilangan oksidasi N dalam NOBO N + BO O = 0BO N + -2 = 0BO N = +2Unsur N mengalami perubahan biloks dari - 3 menjadi +2 = oksidasi Contoh Soal 6Pada reaksi 3I2 + 6KOH ⇒ 5KI + KIO3 + 3H2O, zat yang mengalami reaksi autoredoks dan perubahan bilangan oksidasinya adalah…...A. I2, dari 0 menjadi -1 dan +5B. I2, dari -1 menjadi +1 dan +5C. I2, dari +5 menjadi -1 dan +1D. K, dari +1 menjadi -1 dan 0E. O, dari -2 menjadi -6 dan +2Pembahasan Reaksi autoredoks adalah jenis reaksi redoks yang melibatkan adanya penurunan dan kenaikan bilangan oksidasi sekaligus pada suatu reaksi di atas dapat kita lihat bahwa I2 mengalami perubahan menjadi KI dan KIO3. Maka kemungkinan I2 yang mengalami reaksi oksidasi I dalam I2 = 0, karena I2 adalah unsur oksidasi dalam K adalah unsur golongan 1A maka bilangan oksidasinya adalah +1. BO K + BO I = 0+1 + BO I = 0BO I = -1Bilangan oksidasi dalam KIO3BO K + BO I + 3 x BO O = 0+1 + BO I + 3 x -2 = 0BO I = +5Nah terlihat bahwa bilangan oksidasi I berubah dari 0 menjadi -1 dan +5. Hal ini membuktikan bahwa I2 mengalami reaksi AContoh Soal 7Perhatikan reaksi dibawah2KClO3 + 2MnO2 ⇒ 2KMnO4 + Cl2 + O2Berdasarkan persamaan reaksi diatas zat yang teroksidasi adalah…….A. KClO3 B. MnO2C. KMnO4D. Cl2E. O2Pembahasan Oksidator, reduktor, zat yang teroksidasi, zat yang tereduksi, pereduksi dan pengoksidasi semuanya tidak mungkin berada di bagian produk. Zat-zat ini selalu berada di bagian option jawaban C, D dan E adalah salah. Kecuali yang ditanyakan adalah hasil oksidasi atau hasil reduksi maka keduanya selalu berada di bagian produk, bukan di bagian yang teroksidasi adalah zat yang mengalami kenaikan bilangan Cl dalam KClO3 BO K + BO Cl + BO O = 0+1 + BO Cl + 3 x -2 = 0BO Cl = +5Biloks Cl dalam Cl2 = 0, karena unsur ternyata mengalami penurunan bilangan oksidasi dari + 5 menjadi 0. Maka KClO3 zat yang mengalami Mn dalam MnO2BO Mn + 2 x BO O = 0BO Mn + 2 x -2 = 0BO Mn = +4Biloks Mn dalam KMnO4BO K + BO Mn + 4 x BO O = 0+1 + BO Mn + 4 x -2 = 0BO = +7Terlihat bahwa bilangan oksidasi mengalami kenaikan dari + 4 menjadi 7 sehingga MnO2 adalah zat yang mengalami BContoh Soal 82HgCl2 + SnCl2 ⇒ SnCl4 + Hg2Cl2 Zat yang bertindak sebagai reduktor pada reaksi diatas…….A. HgCl2 dan SnCl2B. HgCl2 dan Hg2Cl2 C. HgCl2 D. SnCl2E. SnCl4Pembahasan Seperti yang sudah dijelaskan pada soal sebelumnya nya, bahwa reduktor selalu berada di bagian pereaksi. Jadi kemungkinan jawaban untuk soal di atas adalah antara HgCl2 dan yang memungkinkan sebagai reduktor adalah HgCl2 dan adalah zat yang mereduksi zat lain sedangkan reduktor itu sendiri mengalami oksidasi atau terjadi kenaikan bilangan oksidator adalah zat yang mengoksidasi zat lain sedangkan oksidator itu sendiri mengalami reduksi atau terjadi penurunan bilangan oksidasi HgCl2 dalam HgCl2 BO HgCl2 + 2 x BO Cl = 0BO HgCl2 + 2 x -1 = 0BO HgCl2 = +2Bilangan oksidasi HgCl2 dalam Hg2Cl2 2 x BO Hg + 2 x BO Cl = 02 x BO Hg + 2 x -1 = 0BO Hg = +1Karena Hg mengalami penurunan bilangan oksidasi dari +2 menjadi +1 mengalami reduksi, maka HgCl2 bertindak sebagai oksidasi Sn dalam SnCl2BO Sn + 2 x BO Cl = 0BO Sn + 2 x -1 = 0BO Sn = +2Bilangan oksidasi Sn dalam SnCl4 BO Sn + 4 x BO Cl = 0BO Sn + 4 x -1 = 0BO Sn = +4Bilangan oksidasi Sn pada reaksi diatas mengalami kenaikan yaitu dari + 2 menjadi + 4 mengalami oksidasi sehingga SnCl2 bertindak sebagai Soal 9Berikut adalah beberapa pernyataan terkait dengan reaksi3Cu + 8HNO3 ⇒ 3CuNO32 + 4H2O + 2NO1. H2O adalah reduktor2. Bilangan oksidasi Cu berubah dari 0 menjadi +3. HNO3 merupakan oksidator4. Cu reduksi HNO35. Cu bertindak sebagai pengoksidasiMaka pernyataan yang benar berdasarkan reaksi diatas ditunjukkan oleh nomor……..A. 1, 2 dan 3B. 1, 2 dan 4C. 2, 3 dan 4D. 2, 4 dan 5E. 3, 4 dan 5Pembahasan Pernyataan 1 salahSeperti yang sudah dijelaskan pada soal-soal sebelumnya bahwa oksidator maupun reduktor tidak pernah berada di bagian 2 benarBilangan oksidasi Cu pada Cus adalah 0 sedangkan bilangan oksidasi Cu pada CuNO32 dapat dicari dengan cara CuNO32CuNO32 ⇒ Cu²+ + 2NO3-Makan Cu pada CuNO32 adalah + 2, sehingga bilangan oksidasi nya pun + 3 benarOksidator mengalami reduksi. Atom N pada HNO3 mengalami reduksi dengan penurunan persamaan oksidasi dari +5 pada HNO3 menjadi +2 pada NO.Pernyataan 4 benarKarena HNO3 pada reaksi diatas mengalami reduksi dan Cu mengalami oksidasi, maka artinyaCu mereduksi HNO3, atauHNO3 mengoksidasi CuPernyataan 5 salahPengoksidasi = oksidator = zat yang mengoksidasi zat lain sementara zat ini sendiri mengalami reaksi diatas Cu tidak mengalami reduksi, melainkan mengalami oksidasi dengan peningkatan bilangan oksidasi dari 0 menjadi + CNah, itulah 9 contoh soal pilihan ganda dan pembahasannya terkait materi konsep Reaksi reduksi dan oksidasi. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan kamu serta pemahaman kamu tentang materi kimia di sekolah.
REAKSI REDUKSI-OKSIDASI REAKSI REDOKSREAKSI REDUKSI-OKSIDASI REAKSI REDOKSREAKSI REDUKSI-OKSIDASI REAKSI REDOKSREAKSI REDUKSI-OKSIDASI REAKSI REDOKSRelated Papers• Perkembangan Konsep Redoks a. Reaksi redoks sebagai reaksi pengikatan dan pelepasan oksigen 1. Oksidasi adalah reaksi pengikatan oksigen. Contoh • Perkaratan besi Fe. 4Fes + 3O 2 g 2Fe 2 O 3 s • Pembakaran gas metana CH 4 g + 2O 2 g CO 2 g + 2H 2 Og • Oksidasi tembaga oleh udara 2Cus + 3O 2 g 2CuOs • Oksidasi glukosa dalam tubuh C6H12O6aq + 6O2g 6CO2g + 6H2Ol • Oksidasi belerang oleh KClO3 3Ss + 2KClO 3 s 2KCls + 3SO 2 g • Sumber oksigen pada reaksi oksidasi disebut oksidator. Dari contoh di atas, 4 reaksi menggunakan oksidator berupa udara dan reaksi terakhir menggunakan oksidator berupa KClO 3 2. Reduksi adalah reaksi pelepasan atau pengurangan oksigen. Contoh • Reduksi bijih besi dengan CO Fe2O3s + 3COg 2Fes + 3CO2g • Reduksi CuO oleh H2 CuOs + H 2 g Cus + H 2 Og • Reduksi gas NO 2 oleh logam Na 2NO 2 g + Nas N 2 g + Na 2 Os
Reaksi redoks terdiri dari reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi, reaksi reduksi adalah reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi, sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi. Pada reaksi redoks, terdapat unsur-unsur yang bertindak sebagai reduktor dan oksidator. Zat yang mengalami oksidasi itu disebut reduktor, sedangkan zat yang mengalami reduksi disebut oksidator. Pada reaksi, diperoleh perubahan biloks berikut zat yang mengalami oksidasi reduktor dan hasil oksidasi . Karena, biloks Cl berubah dari -1 menjadi 0. zat yang mengalami reduksi oksidator dan hasil reduksi . Karena, biloks F berubah dari 0 menjadi -1. Dengan demmikian reaksi dimana atom Cl bertindak sebagai reduktor adalah reaksi . Jadi jawabannya adalah C.
- Reduksi adalah kegiatan untuk mengurangi sesuatu. Dalam ilmu kimia juga terjadi reaksi reduksi yang berhubungan dengan kandungan oksigen suatu zat. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, reaksi reduksi adalah penurunan bilangan oksidasi suatu zat karena kehilangan atau melepaskan reaksi reduksi terjadi, zat akan mengalami kenaikan elektron sehingga membuatnya lebih bersifat negatif. Berikut adalah contoh-contoh dari reaksi reduksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari Ekstraksi Bijih Besi NURUL UTAMI Reaksi ekstraksi besi Dilansir dari Thought Co, dalam estraksi tersebut oksida besi bijih besi mengalami direduksi untuk menghilangkan oksigen di dalamnya. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan besi murni Fe dengan bantuan karbon monoksida CO sebagai agen pereduksinya. Baca juga Reaksi Eksotermal Pembentukan Nitrogen Dioksida NO2 Reaksi pemurnian tembaga NURUL UTAMI Reaksi pemurnian tembaga Reaksi pemurnian tembaga menggunakan sel volta. Di mana ion Cu2+ akan mengalami reaksi reduksi dengan agen pereduksi berupa magnesium sehingga menghasilkan endapan tembaga murni Cu. Dari reaksi terlihat bahwa Cu mengalami kenaikan 2 elektron sehingga muatannya menjadi netral. Reaksi tembaga II oksida dan magnesium NURUL UTAMI Reaksi tembaga II oksida dan magnesium Dilansir dari Chemical Equations, reaksi tersebut adalah reaksi antara bubuk magnesium Mg dengan bubuk hitam tembaga II oksida CuO untuk mendapatkan produk berupa tembaga murni Cu dan bubuk putih magnesium oksida MgO.Tembaga II oksida mengalam reaksi reduksi, di mana ia kehilangan 2 elektron dan juga atom oksigen. Reaksi antara logam seng dan asam klorida NURUL UTAMI Reaksi antara logam seng dan asam klorida Logam seng Zn saat direaksikan dengan asam klorida HCl akan melepaskan elektron. Elektron kemudian akan diterima oleh hidrogen, sehingga seng mengalami reduksi sedangkan hidrogen mengalami oksidasi. Baca juga Menentukan Nilai Kp dari Reaksi 2SO2g + O2g = 2SO3g Reaksi antara ion kobalt Co3+ dengan logan nikel Ni NURUL UTAMI Reaksi antara ion kobalt dengan logan nikel Ni Reaksi ion kobalt dan nikel tersebut adalah reaksi redoks reduksi dan oksidasi. Dilansir dari Khan Academy, kobalt mengalami reduksi dari ion bermuatan 3+ menjadi 2+ karena adanya penambahan satu elektron dalam prosesnya. Fotosintesis NURUL UTAMI Reaksi fotosintesis Reaksi fotosintesis adalah contoh dari reaksi reduksi dimana senyawa karbon dioksida mengalami reduksi karena melepaskan oksigen. Penguraian peroksida NURUL UTAMI Reaksi penguraian peroksida Dilansir Lumen Learning, penguraian hidrogen peroksida biasanya terjadi saat digunakan untuk mengobati luka yang disebut dengan reaksi disproporsionasi. Hidrogen peroksida H2O2 mengalami reduksi akibat pelepasan oksigen dan mengubahnya menjadi molekul air juga gas oksigen. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Berikut ini penjelasan tentang reaksi redoks, pengertian reaksi redoks, reaksi reduksi, pengertian reaksi reduksi, contoh reaksi redoks, persamaan reaksi redoks, konsep redoks, contoh reaksi reduksi. Konsep Reaksi Redoks Jika Anda membelah buah apel, kemudian membiarkannya di ruang terbuka, buah apel tersebut akan berubah warna menjadi kecokelat-cokelatan. Tahukah Anda, mengapa hal tersebut dapat terjadi? Perubahan warna pada buah apel diakibatkan reaksi oksidasi yang dialami senyawa kimia yang terkandung dalam buah apel. Suatu reaksi oksidasi biasanya disertai oleh reaksi reduksi sehingga lazim disebut reaksi redoks. Apakah reaksi reduksi oksidasi itu? Konsep reaksi redoks dapat ditinjau dari tiga konsep, yaitu penggabungan dan pelepasan oksigen, pelepasan dan penerimaan elektron, serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi. 1. Konsep Redoks Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan Oksigen Pada peristiwa pengaratan besi, logam Fe bereaksi dengan oksigen membentuk karat besi Fe2O3. Artinya, pada reaksi ini logam Fe mengikat oksigen agar membentuk Fe2O3. Pengaratan logam besi merupakan contoh reaksi oksidasi. Berdasarkan hal tersebut, reaksi oksidasi adalah reaksi pengikatan oksigen oleh suatu zat. Bagaimana dengan peristiwa pada isolasi bijih besi menjadi logam besi? Pada peristiwa ini, bijih besi melepaskan oksigen. Artinya, bijih besi kehilangan oksigen. Mengacu pada fakta ini, reaksi reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen oleh suatu zat. Contoh lain reaksi reduksi menurut konsep ini adalah sebagai berikut. 2. Konsep Redoks Berdasarkan Penyerahan dan Penerimaan Elektron Atom Mg memiliki konfigurasi elektron 2 8 2 sehingga elektron valensinya 2. Adapun konfigurasi elektron atom Cl adalah 2 8 7 sehingga elektron valensinya adalah 7. Untuk mencapai kestabilannya, atom Mg harus melepaskan 2 elektron, sedangkan atom Cl membutuhkan 1 elektron. Jadi, atom Mg memberikan masing-masing 1 elektron kepada 2 atom Cl sehingga 1 atom Mg mengikat 2 atom Cl. Setelah melepaskan 2 elektron, atom Mg menjadi ion Mg2+. Adapun atom Cl menjadi ion Cl– setelah menerima 1 elektron. Senyawa yang terbentuk adalah MgCl2. Reaksi kimia yang terjadi pada pembentukan ikatan MgCl2 dapat juga dituliskan melalui tahapan berikut. Mgs → Mg2+aq + 2 e– merupakan reaksi oksidasi, sedangkan Cl2aq + 2 e–→2 Cl–aq merupakan reaksi reduksi. Berdasarkan pada contoh ini, reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron, sedangkan reaksi reduksi adalah reaksi penerimaan elektron. Zat yang mengalami reaksi oksidasi disebut reduktor, sedangkan zat yang mengalami reaksi reduksi disebut oksidator. 3. Konsep Redoks Berdasarkan Peningkatan dan Penurunan Bilangan Oksidasi Konsep redoks berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi ini merupakan konsep redoks yang sekarang digunakan oleh siapa pun yang mempelajari ilmu Kimia. Apakah bilangan oksidasi itu? Bilangan oksidasi adalah muatan yang dimiliki atom jika atom tersebut berikatan dengan atom lain. Nilai bilangan oksidasi suatu atom dapat diketahui lebih mudah dengan menggunakan aturan berikut. Dengan menggunakan aturan tersebut, bilangan oksidasi atom-atom yang terlibat dalam reaksi antara logam Mg dan gas klorin atom Mg dan Cl dapat diketahui. Bilangan oksidasi atom Mg dalam bentuk bebasnya = 0, sedangkan dalam bentuk senyawa MgCl2 = +2. Bilangan oksidasi atom Cl dalam gas Cl2 = 0, sedangkan dalam bentuk senyawa MgCl2 = –1. Jadi, bilangan oksidasi atom Mg mengalami peningkatan dari 0 menjadi +2, sedangkan bilangan oksidasi atom Cl mengalami penurunan dari 0 menjadi –1. Suatu atom dikatakan mengalami reaksi oksidasi reduktor jika mengalami peningkatan bilangan oksidasi dan dikatakan mengalami reaksi reduksi oksidator jika mengalami penurunan bilangan oksidasi. Dengan demikian, Mg merupakan reduktor, sedangkan Cl2 merupakan oksidator.
atom cl dalam zat berikut yang mengalami reduksi adalah